Seorang analis dari investing.com lebih merekomendasikan untuk investasi dalam perak (XAG) dibandingkan emas. Perak mempunyai karakteristik yang serupa dengan emas, selain sebagai pelindung inflasi dan dianggap sebagai salah satu asset safe haven. Menurut analis ini, perak memiliki 3 karakteristik tersendiri yang menjanjikan kenaikan harga logam tersebut di masa depan. 1. Perak Banyak Digunakan dalam Industri Berbeda dengan emas yang secara luas digunakan sebagai alat investasi, sebagian besar perak digunakan untuk keperluan industri. Pada tahun 2013, sebesar 54% dari total permintaan perak datang dari sektor industri. Sebagian besar diantaranya merupakan permintaan dari industri elektronik dan fabrikasi. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi global, terutama di sektor manufaktur; maka permintaan perak untuk industri elektronika, elektrik dan kimia diperkirakan akan terus naik. Belum lagi cepatnya pertumbuhan produksi photovoltaic solar panel yang menggunakan perak ...
Perak adalah salah satu unsur logam yang memiliki lambang Ag dengan nomor atom 47 jika dilihat dalam tabel periodik. Perak juga menjadi produk investasi karena sering digunakan sebagai bahan membuat perhiasan menggantikan kilau emas yang harganya lebih meroket. Meski pada saat perang dagang AS dan Cina membuat harga perak tertekan, bahkan tergerus 3.5 persen sepanjang 2018. Namun, logam yang berciri khas dengan warna silvernya ini tetap membuka peluang menjanjikan sebagai salah satu barang investasi yang bernilai tinggi dan diminati banyak orang.